Laman

Jumat, 11 Februari 2011

PENGERTIAN HARM REDUCTION

Apakah Harm Reduction itu;
Harm Reduction adalah sebuah strategi untuk mengurangi dampak buruk dari kegiatan atau perilaku yang beresiko, pada dasarnya Harm Reduction itu sudah sering kita lakukan dalam kehidupan sehari-hari misalnya; menggunakan helm pada saat mengendarai sepeda motor.

Penggunaan Napza terjadi di seluruh dunia dan infeksi HIV pada kalangan pengguna napza suntik (Penasun) telah teridentifikasi pada lebih dari 144 negara. Penyebaran Pesat HIV pada kalangan Penasun pada tahun 80-an memberikan momentum bagi pengurangan dampak buruk (Harm Reduction) untuk dikenal sebagai cara yang mendasar untuk menghentikan penyebaran HIV. Harm Reduction adalah suatu upaya pengurangan dampak buruk terhadap pengguna Napza dan masyarakat luas. Harm Reduction menyadari realita dari pengguna Napza bahwa beberapa pengguna Napza sulit untuk menghentikan penggunaannya meskipun resiko akan HIV/AIDS dan virus lain yang ditularkan lewat darah. Suatu Negara hendaknya mengadopsi berbagai program inovatif untuk menanggulangi persoalan HIV dan penggunaan Napza. Penelitian menunjukan bahwa Harm Reduction adalah satu-satunya pendekatan yang sejauh ini dikembangkan untuk mengatasi persoalan penggunaan Napza dan HIV/AIDS.

Prinsip-Prinsip Harm Reduction

Prinsip pertama : Tujuan pragmatis jangka pendek
Harm Reduction menempatkan penekanan pada tujuan pragmatis jangka pendek di atas tujuan idealis jangka panjang. Upaya untuk mencegah penularan pesat HIV perlu untuk dimulai secepat mungkin. Potensi ledakan penyebaran virus HIV harus dicegah terlebih dahulu, bila tidak, tujuan jangka panjang berupa abstinensia dan rehabilitasi tidak akan banyak berarti. Tindakan pencegahan yang terbaik dimulai sebelum prevalensi HIV pada kalangan penasun lebih besar dari 5% untuk mencegah peningkatan HIV yang tajam.

Prinsip Kedua : Hirarki Resiko
Adalah berguna untuk menyusun suatu hirarki resiko untuk menghindarkan diri dari resiko terinfeksi HIV akibat penggunaan napza :
  • Hentikan atau jangan pernah menggunakan napza
  • Jika anda menggunakan napza gunakan dengan cara selain menyuntik
  • Jika anda melanjutkan penggunaan napza suntik, jangan berbagi jarum, sendok, filter dengan pengguna napza lain / gunakan perlengkapan menyuntik yang baru setiap penggunaan, jika anda menggunakan perlengkapan menyuntik baru setiap saat anda tidak akan tertular virus seperti HIV (kecuali seseorang telah menggunakan perlengkapan suntik anda sebelumnya tanpa sepengetahuan anda);
  • Jika anda terpaksa menggunakan kembali perlengkapan suntik (jarum atau perlengkapan lainnya), bersihkan jarum dengan metode yang benar. Memang masih ada beberapa resiko tertular HIV setelah membersihkan jarum, namun pembersihan jarum akan mengurangi resiko tersebut.

Prinsip Ketiga : Strategi beragam
Harm Reduction menggunakan strategi beragam. Seluruh pendekatan dan program yang berbeda harus dipertimbangkan sebagai pelengkap antara satu dengan yang lainnya, bertindak pada berbagai level dari mulai jalanan atau sekolah hingga pemerintah daerah dan pusat. Ledakan epidemi HIV pada kalangan penasun telah terjadi di berbagai kota sejak 20 tahun terakhir.

Berbagai intervensi yang dilakukan adalah:
  • Program pemberian informasi kepada penasun dan masyarakat secara keseluruhan;
  • Penyusunan program pengobatan dan program subsitusi napza;
  • Program penjangkauan dan edukasi sebaya;
  • Pembagian jarum dan alat suntik steril;
  • Penjualan perlengkapan suntik;
  • Konseling sukarela dan test HIV pada kalangan Penasun;
  • Akses pada perawatan kesehatan primer; 
  • Meningkatkan pengetahuan tentang perubahan perilaku, kesehatan, hukum dan HAM; pada kelompok tertentu seperti narapidana, etnis minoritas dan perempuan.

Prinsip keempat : Partisipasi dari pengguna Napza
Pengguna Napza bukanlah merupakan penerima layanan pasif, mereka harus dilihat sebagai pemain yang berperan penting dalam upaya pencegahan penyebaran HIV. Organisasi pengguna Napza, dimanapun mereka berada, dapat mewakili kepentingan mereka dan mendukung serta melaksanakan program pencegahan HIV serta program lain yang berkaitan dengan pengguna Napza.
Pendekatan Harm Reduction telah diadopsi dan diadaptasikan pada kebutuhan dari berbagai Negara ataupun masyarakat. Harm Reduction memberikan pendekatan alternatif dan kerangka kerja untuk mengatasi persoalan penggunaan napza. Kontroversi sering membayangi pelaksanaan Program Harm Reduction, namun Harm Reduction memiliki sejarah yang panjang dalam membawa kemanfaatan bagi individu maupun masyarakat umum. Prinsip-prinsip dalam Harm Reduction adalah pragmatis, manusiawi, efektif dan menyeluruh.

1 komentar:

  1. bang, sy ada penelitian (thesis) terkait implementasi harm reduction (bagi kondom) daLam persfektif maqoshid syariah (studi di senggigi). ada jalan funding kah?

    oh iya, sy aktif d AKSI NTB

    BalasHapus